7 Hal Ini Dilarang di Indonesia Tapi Diperbolehkan di Negara Lain

7 Hal Ini Dilarang di Indonesia Tapi Diperbolehkan di Negara Lain

Anda pasti pernah mendengar amsal, bidang belalang lain adalah lubang lain pada ikan. Amsal memiliki makna, satu daerah dapat memiliki aturan yang berbeda dari daerah lain.

Misalnya, sesuatu yang dianggap tidak baik atau tabu di Indonesia, mungkin tidak menjadi masalah besar di negara lain, atau sebaliknya. Seperti tujuh hal berikut, meski dianggap tidak biasa, tabu, aneh, atau dilarang di Indonesia, ternyata ada negara yang melegalkan kegiatan ini.
Mulai dari mengawinkan binatang, berjalan tanpa pakaian, hingga meninggalkan bayi di tempat umum. Ingin tahu? Lihat ulasan berikut, mari!

Menikah dengan Anjing, India


Di Indonesia, agar pernikahan Anda diakui secara hukum dan agama, ada beberapa persyaratan yang harus Anda penuhi. Mulai dari batas usia, yaitu minimal 19 tahun untuk pria dan 16 tahun untuk wanita, tidak memiliki hubungan darah, jenis kelamin berbeda dan tentu saja keduanya manusia.


Tetapi berbeda dari yang terjadi di Bollywood, India. Di India Anda dapat menikahi hewan apa saja yang diinginkan secara hukum dan agama. Sehingga pernikahan tetap akan dicatat dalam catatan sipil. Dan sebagian besar hewan yang dipilih untuk menikah adalah anjing.


Umumnya, pernikahan dengan hewan di India dilakukan lengkap dengan pesta-pesta mewah, seperti pernikahan manusia pada umumnya. Biasanya menikah dengan binatang dilakukan untuk menghilangkan kutukan yang terjadi pada seseorang seperti silih atas kesalahan yang telah dilakukan di masa lalu.

Meninggalkan Kereta Dorong yang Mengandung Bayi di Tempat Umum, Denmark

Ilustrasi kereta dorong bayi ditinggalkan di depan umum (Foto: Flickr / Morten Saxild)


Kasus pencurian bayi di Indonesia merupakan salah satu bentuk kejahatan kriminal yang masih sering terjadi. Sehingga ibu rumah tangga yang memiliki bayi biasanya lebih memilih untuk merawat anak mereka sendiri, mempercayakan mereka ke Day Care atau keluarga tepercaya.

Baca Juga :


Meninggalkan anak kecil, terutama mereka yang masih bayi di tempat umum tidak hanya meningkatkan risiko kejahatan. Tetapi juga kecaman dan teguran dari warga setempat atau pasukan keamanan yang bertugas di sekitar lokasi.


Meskipun tidak boleh dilakukan, meninggalkan bayi di tempat umum ketika orang tua atau pengasuh ingin berbelanja di toko adalah normal di Denmark. Anda tidak akan dikritik atau ditegur oleh pengguna jalan atau pejabat setempat karena meninggalkan bayi di atas kereta dorong (stroller) sendirian.

Jalan telanjang, Spanyol


Di Indonesia, kegiatan di tempat-tempat umum tanpa mengenakan pakaian dianggap melanggar norma kesopanan dan kesopanan. Lebih buruk lagi, jika Anda melakukan kegiatan ini dengan sengaja. Anda dapat dituntut dengan Hukum Pornografi.


Namun di Spanyol, sejak 1978, Konstitusi Spanyol telah memberikan izin dan menjamin setiap warga negara untuk telanjang sebagai bentuk hak asasi manusia.
Izin ini berlaku di setiap tempat, bandar togel online kecuali bahwa penduduk setempat biasanya lebih suka pantai telanjang dari ruang publik lainnya karena alasan kenyamanan.

Mencuri Karya Seni, Belanda

Ilustrasi mengambil lukisan dari tempatnya (Foto: Shutter Stock)
Di Belanda, ada undang-undang pembatasan untuk pencurian properti. Hukum menjelaskan jika karya seni curian dapat menjadi milik pencuri jika ditemukan oleh pemilik setelah 20-30 tahun, tergantung pada karya seni curian. Terutama karena pencurian seni dikategorikan sebagai kejahatan prioritas rendah.


Karena itu, orang yang mencuri karya seni dapat memiliki karya yang mereka curi jika tidak ditemukan oleh pihak berwenang selama 20 tahun berturut-turut. Apalagi jika yang dicuri adalah lukisan atau koleksi publik yang dicuri adalah bagian dari warisan budaya.


Meski begitu, jangan pernah melakukan itu di Indonesia. Setiap bentuk pencurian akan ditindaklanjuti oleh pihak berwenang, terutama karya seni bernilai tinggi. Karena barang curian tidak akan mengubah nama pemiliknya meskipun barang tersebut ‘ditahan’ lama oleh pencuri.

Mengidentifikasi Diri Anda sebagai Orang Fiksi dalam Sensus, Rusia

Ilustrasi formulir sensus di Rusia (Foto: Wikimedia Commons)
Saat melakukan sensus penduduk, biasanya Anda hanya diperbolehkan mengisi data pribadi sesuai pilihan yang disediakan oleh pemerintah. Mengisi formulir data dengan hal-hal fiksi dilarang di Indonesia.


Namun, ini tidak berlaku di Rusia. Di Rusia, Anda dapat mengidentifikasi diri sendiri sesuai dengan karakter fiksi yang Anda inginkan. Misalnya, mendaftarkan kepemilikan etnis atau rasial sebagai Hobbit, Elf, Kurcaci, Naga, atau Mars. Lucu juga ya?

Menjual Ginjal, Iran


Di Iran, penjualan ginjal tidak dianggap ilegal. Cara penjualannya juga unik, yaitu dengan memasang poster-poster berwarna cerah di sekitar iklan-iklan resmi di tengah kota yang memiliki

Related posts

Leave a Comment